Kisah Sukses Lima Perempuan Penyandang Cacat - Keterbatasan fisik tidak membuat 5 orang perempuan penyandang cacat ini patah semangat, jsutru sebaliknya mereka malah menunjukan keterbatasan fisik dengan semangat kerja keras dan pantang menyerah hingga akhirnya mereka berhasil membuat Kelompok Usaha Bersama Anggrek (KUB). Keahlian meraka dalam menyulam, menjahit di tuangkan dalam hasil karya berupa jilbab.
Berawal dengan modal seadanya dan kondisi fisik yang tidak sempurna, kelima perempuan ini mencoba membuat jilbab, dan ternyata dengan izin Allah Swt jilbab yang mereka buat laku keras di pasaran. Hal ini membuat mereka semakin percaya diri dan terus bekerja keras hingga mampu mengirimkan 8.000 jilbab setiap bulan, kenang salah satu pendiri KUB Ibu sapto Yuli Ismiarti. Saat ini jumlah karyawan sudah mencapai 50 orang, dengan kombinasi ada yang cacat dan normal.
Kendati cacat fisik, masing-masing anggota KUB Anggrek memiliki keahlian khusus. Aprilia, perempuan dengan tinggi tubuh hanya 50 centimeter, ternyata kaki dan tangannya yang pendek itu sangat piawai mendesain motif jilbab. Lestari, yang kedua kakinya cacat, sangat ahli menjahit. “Kalau saya kebagian menyulam jilbab dan seharinya minimal dapat menyelesaikan 25 jilbab. Hasilnya dapat untuk membantu kebutuhan rumah tangga,” urai Hiroh yang tangan kirinya mengecil ini.
Itulah kisah sukses yang sangat menginspirasi kita semua, bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk sukses, keterbatasan harus tetap di syukuri selanjutnya lakukan apa yang bisa dilakukan dengan kemampuan yang terbaik. Kisah ini memberikan pelajaran yang amat penting buat kita yang secara fisik lengkap namun kadang kita kurang bersyukur dan menyerah dengan kondisi yang ada.
Kesuksesan adalah milik orang yang selalu bersyukur atas apa yang diberikan Allah kepadanya. Mereka selalu berprasangka baik kepada Allah dan berikhtiyar dengan maksimal.
Kisah ini di tulis kembali oleh Toko Kaki Palsu Online guna menginspirasi kita semua agar selalu bersyukur, berpikir positif kepada Allah atas apa yang menimpa kita dan jangan pernah menyerah teruslah berusaha.

